Muawwiyah bin Abu Sufyan

…Ya Allah, ajarkan Muawwiyah kitab suci, berhitung dan jauhkan dari api neraka.(hadits)

Dilahirkan di Mekkah 20 tahun sebelum peristiwa Hijrah. Pendapat lain mengatakan beliau lahir 5 tahun sebelum Hijriah. Nama lengkapnya Muawwiyah bin Shokhr bin Harb bin Ummayah bin Abdu Syam bin Abdul Manaf. Biasa dipanggil Abu Abdurrahman dan dikenal dengan nama Muawwiyah bin Abu Sufyan. Ayahnya bernama Sufyan dan ibunya bernama Hindun binti ‘Atbah.

Beliau dikenal di kalangan bangsa Quraisy sebagai orang yang sangat cerdik, pandai, bicaranya lantang dan baik, penyabar dan pembawaannya tenang. Badanya tinggi dan kulitnya putih. Kononnya, kalau tertawa bibir yang atas terbalik. Tampangnya gagah.

Beliau masuk Islam bersama ayah, ibu dan saudaranya, Yazid, pada waktu penaklukan Mekkah tahun 8 Hijriah. Pendapat lain mengatakan bahwa beliau masuk Islam sebelum ayahnya pada waktu Umrah Qodho. Beliau masih enggan untuk berjumpa dengan Rasulullah. Baru menyatakan keislamannya setelah terjadi penaklukan Mekkah. Pendapat lain mengatakan bahwa beliau masuk Islam pada waktu perjanjian Hudaibiyah tahun 6 Hijriah. Hanya saja beliau menyembunyikan keislamannya.

Beliau ikut perang Hunain bersama Rasulullah. Rasulullah memberinya 100 onta dan 40 barang-barang rampasan perang. Pada waktu penaklukan Shaida, ‘Irqoh, Jubail dan Bairut beliau dipercaya untuk memimpin pasukan umat Islam. Beliau pernah diperintahkan Umar bin Khottob untuk menjadi wali di Jordan, kemudian Damaskus setelah kematian kakaknya Yazid bin Sufyan. Dan pada masa kekhilafahan Utsman bin Affan, beliau dipercaya untuk menjadi wali di seluruh Syam. 20 tahun beliau menjadi wali di Syam kemudian 20 beliau menjadi Kholifah.

Mengenai pribadinya, Rasulullah pernah berdo’a untuk beliau; “Ya Allah Jadikan dia orang yang diberi petunjuk dan memberi petunjuk (kepada yang lain). Tunjukkan dia ke jalanmu.”. Di Hadits lain Rasulullah berdo’a; “Ya Allah, ajarkan Muawwiyah kitab suci, berhitung dan jauhkan dari api neraka.” Dari Abdullah bin Amru beliau berkata; “Beliau (Muawwiyah) juru tulis Rasulullah.”

Selama beliau berjuang membela ajaran Islam, beliau berhasil meluaskan wilayah Islam ke Samudra Atlantik, Afrika, pulau-pulau Yunani, Dardanil dan pernah mengepung Konstatinopel dari laut dan darat. Beliau adalah orang muslim pertama yang menyebrang laut ke Rum untuk berperang. Orang pertama yang menjadikan kota Damaskus sebagai kota kekholifahan. Orang pertama yang mengunakan rumah-rumah luas yang dijaga yang dikenal dengan nama Maqosir. Orang pertama yang mengambil tukang jaga dan membuat hijab dalam sejarah Islam. Orang pertama yang mendirikan mihrab di masjid. Orang pertama yang berkhutbah di atas mimbar di Mekkah dari golongan kholifah. Mimbar itu terbuat dari kayu dengan 3 tangga. Mimbar itu masih ada hingga masa Harun Ar-Rosyid. Pada kekhalifahannya telah dibuat mata uang dinar dengan gambar seorang Arab yang dikalungi pedang.

Dalam sejarah Islam pergantian khilafah selalu dilakukan dengan cara bermusyawarah. Hanya saja pada waktu beliau sudah uzur, beliau mengangkat anaknya, Yazin bin Muawwiyah untuk mengantikan khilafah itu. Dengan demikian beliau adalah kholifah pertama yang mengangkat anaknya mengantikan posisinya dengan cara warisan. Selama menjadi kholifah, beliau sangat menghormati para ulama, penyair dan sahabat.

Diantara wasiat Rasulullah kepada beliau adalah; “Wahai Muawwiyah, jika kamu diberi amanah untuk memimpin maka bertakwalah kepada Allah dan berbuat adil” (HR.Ahmad)

Kurang lebih ada 130 hadits beliau meriwayatkan hadits dari Rasulullah. 13 hadits darinya ada dalam kitab Bukhori dan Muslim. Diantara orang-orang yang meriwayatkan darinya adalah Ibn Abbas, Abu Sa’id al-Khudry, Jarir, ‘Urwah bin az-Zubair dan Ibn Sirrin. Juga yang lainnya.

Ketika ajalnya sudah mendekat, beliau meletakkan menempelkan pipinya di tanah kemudian membalikkan wajahnya. Begitu juga pipinya yang lain ditempelkan di tanah. Sambil menanggis beliau berdo’a; “Ya Allah, Engkau telah berfirman dalam kitab sucimu “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang syirik dan mengampuni dosa selain itu bagi orang yang dikehendaki.”(QS.an-Nisa;48). Ya Allah jadikanlah aku orang yang Engkau kehendaki untuk diampuni dosanya (lihat kitab Bidayah wa nihayah).

Sebelum wafatnya beliau berpesan agar dikafani dengan baju yang pernah Rasulullah pakaikan ke tubuhnya. Tepat pada tahun 60 Hijriah, beliau menghembuskan nafas terakhir di kota Damaskus.

Untitled1 Muawwiyah bin Abu Sufyan

Please Spread To The World – Share The Love

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: