Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim

Segala pujian hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabat seluruhnya.
Keistimewaan metode ini adalah seseorang akan memperoleh kekuatan dan kemapanan hafalan serta dia akan cepat dalam menghafal sehingga dalam waktu yang singkat dia akan segera mengkhatamkan Al-Quran. Berikut kami akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah Al-Jumuah:
1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.
2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.
3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.
4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali
5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.
7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.
8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.
9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.
10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.
Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan sampai kamu menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.

JIKA AKU INGIN MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?
Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harus membaca hafalan lama (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (muraja’ah) sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.

BAGAIMANA CARANYA AKU MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi tanpa mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau mengulanginya dari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh karena itu metode yang paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga bagian,yang mana satu bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah berhasil menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa yang telah dihafal, dengan cara setiap hari kamu mengulangi (meraja’ah) sebanyak 8 halaman.
Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.
Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

BAGAIMANA CARA MERAJA’AH AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI ATAS?
Mulailah mengulangi Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulanginya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap dua minggu.
Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.

APA YANG AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QUR’AN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, hendaknya bacaan Al-Qur’an yang kamu baca setiap hari hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana setiap harinya beliau membaca satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sepekan.
Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
نُحَزِّبُهُ ثَلَاثَ سُوَرٍ وَخَمْسَ سُوَرٍ وَسَبْعَ سُوَرٍ وَتِسْعَ سُوَرٍ وَإِحْدَى عَشْرَةَ سُورَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ سُورَةً وَحِزْبَ الْمُفَصَّلِ مِنْ قَافْ حَتَّى يُخْتَمَ
“Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR. Ahmad no. 15578).
Maksudnya:
-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.
-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”.
-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.
-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.
-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.
-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.
-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.
Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:
– Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari pertama dimulai dari surah al-fatihah.
– Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.
– Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.
– Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil yang juga dinamakan surah al-isra`.
– Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy-syu’ara`.
– Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash shaffat.
– Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.
Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.

BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP) DALAM AL-QUR’AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya menurut kamu hampir sama (mutasyabih), adalah dengan cara membuka mushaf dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah perbedaan antara kedua ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah tanda/catatan (di dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk membedakan antara keduanya. Kemudian, ketika kamu melakukan murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara berulang-ulang sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara keduanya.

BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN:
1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu jika salah.
2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.
3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah sampai An-Nas.
4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat mengingat letak-letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang ada di awal halaman sebelahnya.
5- Setiap orang yang menghafal Al-Quran pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi’ (pengumpulan hafalan). Karenanya janganlah kamu bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada sembarang orang.

[Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi]

Sumber: al-atsariyyah.com

Untitled1 Cara Termudah Menghafal Al Qur`an Al Karim

 

Please Spread To The World – Share The Love

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

Iklan

al-Qa’qa’ bin Amru

…Suara al-Qo’qoa dalam tentara jauh lebih baik daripada suara seribu tentara..

Nama lengkap beliau adalah al-Qo’qo’a bin Amru at-Tamimy. Di kalangan bangsa Arab, beliau tergolong penyair terkenal dan terpandang. Pada masa Jahiliyah, beliau juga dikenal sebagai seorang kesatria dan ahli perang. Begitu juga ketika dirinya masuk Islam. Beliau adalah saudara dari ‘Ashim bin Amru at-Tamimy, seorang sahabat, yang dikenal sebagai penyair dan sastrawan.

Mengenai pribadinya, Abu Bakar berkata; “Suara al-Qo’qoa dalam tentara jauh lebih baik daripada suara seribu tentara.” Pada waktu dalam keadaan kritis, Kholid bin Walid meminta bantuan. Waktu itu betul-betul sangat ‘sukar sekali’ untuk keluar dari masalah itu. Akhirnya Abu Bakar mengirim al-Qo’qo’a bin Amru sembari berkata; “Tidak orang yang dapat mengalahkan musuh seperti dia.” Pada waktu terjadi perselisihan antara sahabat di Shiffin dan Jamal, beliau ikut dalam kelompok Ali bin Abu Tholib.

Pada waktu penaklukan Mesir, beliau adalah salah seorang yang dikirim ke Mesir oleh Umar bin Khottob untuk membantu Amru bin Ash. Dalam suratnya Umar berkata; “Aku kirimkan kepadamu seorang laki-laki berbanding seribu dari umat Islam.” Dengan izin Allah, Mesir dapat ditaklukan dengan mudahnya.

Ketika terjadi perang Yarmuk, Kholid bin Walid menyuruh beliau dan Ikrimah untuk mengobarkan api peperangan. Akhirnya dengan langkah berani beliau bersama Ikrimah memulai peperangan itu. Disaat pasukan umat Islam menghadapi musuhnya pada waktu perang Madain, Sa’ad bin Waqos berdo’a agar umat Islam diberi keselamatan dan kemenangan. Atas izin Allah do’anya dikabulkan. Pasukan umat Islam yang dikepalai beliau berhasil mengalahkan musuh. Tidak ada seorang muslim yang hilang dalam perang itu. Ada seorang yang hilang dalam perang itu tapi kemudian ditemukan oleh beliau. Lain halnya dengan perang Nahawan. Ketika orang-orang Persia mengepung umat Islam hingga berhari-hari, umat Islam berusaha membuat strategi untuk keluar dari kepungan musuh. an-Nu’man menyuruh beliau untuk melaksanakan strategi itu dengan mengunakan kuda. Beliau berhasil melaksanakan strategi itu dengan cermat dan akurat yaitu melempar musuh kemudian balik lagi. Dalam waktu yang sama, mereka mengikuti beliau dan mengejarnya. Beliau mencoba mundur kebelakang. Mereka pun masih mengejarnya. Beliau bersikap seolah-olah hendak melarikan diri dari mereka. Hingga akhirnya pasukan musuh ikut mengejar semua kecuali penjaga. Di saat itulah, umat Islam menyerang dan menghancurkan mereka.

Rustum, pemimpin pasukan Rum mati di tanggannya pada waktu perang Qodisiyah. Suatu hari Umar bin Khottob berkirim surat kepada Sa’ad bin Abu Waqos. Dalam suratnya itu beliau bertanya; “Siapa kesatria yang paling berani dalam perang Qodisiyah?” Dalam surat balasannya, Sa’ad menjawab bahwa dirinya belum perah melihat kesatria paling berani seperti al-Qo’qo’a. Dalam satu hari dia mampu melakukan tiga serangan. Dalam setiap serangan itu mesti ada musuh yang dibunuh.

Beliau juga berhasil membunuh al-Fairuzan, pemimpin pasukan Persia pada waktu perang Nahawan. Ketika al-Fairuzan hendak melarikan diri, beliau kejar dia. Hingga akhirnya dia turun dari kuda. Keduanya bertarung di tanah hingga al-Fairuzan terbunuh.

Pada waktu terjadi sengketa dan persilisihan antara sahabat, beliau pernah diutus Ali bin Abu Tholib ke Tholhah dan Zubair dengan tujuan untuk mendamaikan antara mereka. akhirnya sedikit demi sedikit, mereka dapat didamaikan. Beliau menghebuskan nafas terakhirnya pada tahun 40 Hijriah. Betapa besar jasa beliau dalam perjuangan membela Islam.

Untitled1 al Qa’qa’ bin Amru

 

Please Spread To The World – Share The Love

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

‘Utbah bin Ghuzwan

…dunia telah membisikkan telingga kita bahwa ia akan berakhir (kiamat).

Biasanya dipanggil Abu Abdullah. Nama sebenarnya ‘Utbah bin Ghozwan bin Jabir bin Wahib al-Haritsi al-Mazany. Lahir empat puluh tahun sebelum Hijrah Rasulullah. Beliau termasuk dari orang-orang muhajirin yang pertama. Tubuhnya tinggi dan wajahnya ‘gagah’.

Pada awal masuk Islam, beliau disiksa oleh bangsa Quraisy. Hanya saja beliau sabar dalam menghadapi siksaan itu. Namun akhirnya beliau ikut berhijrah ke Habsyah (Ethopia) bersama orang-orang Islam yang lain karena tidak kuat menerima siksaan Quraisy. Setelah beberapa lama di sana, beliau kembali ke Mekkah dan akhirnya ikut berhijrah ke Madinah.

Beliau termasuk pemanah ulung di kalangan bangsa Arab. Setelah dirinya masuk Islam, beliau dikenalkan dengan Abu Dajanah oleh Rasululah. Selama berjuang bersama Rasulullah, beliau ikut dalam perang Badr. Juga beliau ikut dalam perang Qodasiah bersama Sa’ad bin Abu Waqos.

Pada masa kholifah Umar bin Khottob, beliau diutus ke kota Ubullah, sebuah kawasan di Persia. Tujuannya untuk mentaklukan kawasan itu. Kota Ubullah merupakan kota yang dijaga ketat yang ada di tepi pantai Dajlah. Orang Persia menyimpan senjatanya di situ. Di kota itu juga dibuat tower-tower untuk meneropong musuh. Meski bersamanya tentara dalam jumlah yang kecil, beliau tidak takut. Meski senjata yang digunakan Cuma tombak dan panah, beliau tidak pantang menyerah. Setelah peperangan selasai akhirnya kawasan itu dapat ditaklukan. Kota Ubullah kemudian diganti dengan nama kota ‘Basrah’. Untuk mengajarkan Islam di sana, dibangunlah masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam.

Setelah kawasan itu berhasil ditaklukan, beliau diperintahkan untuk tinggal di kota Basrah untuk mengajarkan Islam kepada penduduk setempat. Setelah beberapa lama di Basrah, beliau pergi ke Maisan dan Abzaqbad. Kedua kawasan ini dapat ditaklukan dengan mudahnya.

Meski harta rampasan melimpah ruah di Ubullah. Beliau tidak tertarik untuk menjadikan dirinya kaya. Beliau adalah orang yang sangat cinta kepada kesederhanaan dan hidup miskin. Sampai banyak kawan-kawannya berusaha untuk mengajak untuk hidup bermewah-mewah. Akan tetapi ajakannya itu ditolak dengan bagus. Dengan rendah hati beliau jawab; “Aku berlindung kepada Allah dari menjadikan diriku besar di sisi duniamu. Sementara kecil di sisi Allah.”

Suatu hari ketika umat Islam berkumpul di masjid di Kuffah, beliau berkhutbah di hadapan mereka. “Wahai kalian semua, bahwasanya dunia telah membisikkan telingga kita bahwa ia akan berakhir (kiamat). Dan setelah itu kalian akan pindah ke alam yang kekal. Maka persiapkan diri kalian kebaikan-kebaikan yang mengantarkan ke dunia yang abadi. Ambillah secukupnya untuk duniamu.”

Selesai melaksanakan tugasnya, beliau menghadap ke Umar bin Khottob. Beliau memohon untuk tidak dijadikan wali lagi. Hanya saja Umar tetap meminta agar beliau masih mau menjabat wali di Basrah. Dengan agak sedikit terpaksa beliau melangkahkan kakinya menuju Basrah. sebelum beranjak beliau berdoa; “Ya Allah semoga Engkau tidak kembalikan aku ke Basrah.” Do’anya dikabulkan. Akhirnya beliau tidak dijadikan wali lagi di Basrah.

Untitled1 ‘Utbah bin Ghuzwan

 

Please Spread To The World – Share The Love

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

Mustna bin Haritsah

Nama sebenarnya al-Mustna bin Haritsah bin Salamah as-Syaibani. Konon, beliau masuk Islam pada tahun 9 Hijriah. beliau adalah seorang ahli perang yang sangat berani. Tidak taku dengan petualangan.

Suatu hari datang kepada Abu Bakar setelah diangkat menjadi kholifah. Beliau bertanya; “Wahai Kholifah Allah, di kaumku banyak yang berislam. Silahkan perintahkan aku untuk kami sampaikan kepada mereka. Hingga diriku siap berjihad melawan musuh-musuh Allah; orang Persia. Cukuplah kamu percayakan padaku.”

Khalid bin Walid pernah memberikan tugas kepada beliau untuk mengusir bangsa Persia setelah kekalahan dan lari mencari perlindungan ke Ablah. Beliaupun berhasil mengusirnya. Pada masa kholifah Abu Bakar, beliau orang pertama yang memulai peperangan ke negeri Persia. Berita peperangan itu didengar oleh yang lainnya. Abu Bakar pun bertanya; “Siapa yang berani membawa kabar penyerangan itu kepada kami padahal belum diketahui nasabnya?” Ada orang menjawab: “Dia itu orangnya pintar dan nasabnya terkenal. Mampu membawa banyak tentara dan pandai menyerang musuh. Dia alah al-Mutsna bin Haritsah as-Syaibani.” Setelah itu beliau diundang kehadapan Abu Bakar. Abu Bakar pun memberikan penghormatan sebagaimana mestinya.

Sebelum memulai penaklukan negeri Persia, Abu Bakar mengirim Sa’ad bin Abu Waqos untuk membantu beliau. Pada waktu peperangan al-Jasr dimana umat Islam kalah, beliau terkena luka parah. Akibat luka parahnya itu, beliau menghembuskan nafas terakhir pada tahun 14 Hijriah.

Untitled1 Mustna bin Haritsah

Please Spread To The World – Share The Love 

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

mughiroh bin Syu’bah

Biasanya dipanggil Abu Abdullah. Gelarnya “Mughirotul ro’yi”. Nama lengkapnya al-Mughiroh bin Syu’bah bin Abu Amir bin Mas’ud as-Syaqofy. Dilahirkan di kota Thoif pada tahun 20 sebelum Hijrah. Wafat pada tahun 50 Hijriah.

Pada masa Jahiliyah, beliau meninggalkan Thoif dan datang ke Iskandaria. Beliau diutus untuk menemui Muqouqis, penguasa Mesir waktu itu. Setelah itu kembali ke Hijaz. Beliau berikrar masuk agama Islam pada tahun 5 Hijriah. Selama berjuang dalam menegakkan ajaran Islam, beliau menyaksikan perjanjian Hudaibiyah, perang Yamamah, penaklukan Syam dan Qodasiya, Nahawan, Hamdan dan lainnya. Hanya saja pada waktu perang Yarmuk beliau tidak ikut berperang karena ada halangan.

Sebelum meletus perang Qodasiah, Rustum panglima Persia meminta kepada Sa’ad bin Abu Waqos untuk mengutus wakilnyag yang cerdas dan pandai agar mampu menjawab pertanyaan-pertanyaanya. Sa’ad akhirnya mengutus al-Mughiroh untuk memenuhi permintaan Rustum. Setelah sampai di tempat Rustum, dia berkata; “Kalian adalah tetangga kami. Kami pun berbuat baik kepada kalian dan tidak pernah melakukan kekerasan terhadap kalian. Lebih baik kalian pulang saja ke negerimu. Kami tidak akan melarang perdagangganmu untuk masuk ke negeri kami. Apa jawaban al-Mughiroh mendengar ucapannya itu; “Kami tidak mencari keduniaan. Keinginan dan cita-cita kami adalah kehidupan akherat. Allah telah mengutus kepada kami seorang Rasul.” Setelah itu beliau berkata lagi; “Sungguh saya telah kuasa kelompok ini bagi orang yang tidak mau masuk ke agamaku. Dan saya membalas dendam kepada mereka. Dan saya akan jadikan kemenangan bagi mereka selama mereka mengakui agamaku; yaitu agama yang benar. Tidak seorangpun menginginkan kecuali kemuliaan dan tidak seorangpun berpegang teguh melainkan kepada tali kejayaan dan kemuliaan.” Rustum bertanya; “Apa itu agamamu?” Beliau menjawab; “Adapun tiang agama itu dimana dengannya sesuatu itu akan menjadi maslahah adalah syahadah; tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah dan mengakui apa yang dibawanya.” Rustum berkata; “Alangkah bagusnya ajaran itu. Terus apa lagi?” Beliau menjawab; “Manusia adalah satu keturunan dari bani Adam dan mereka adalah bersaudara atas dasar satu ayah dan ibu.” Rustum berkata lagi; “Bagus juga pendapatmu ini. setelah itu Rustum bertanya; “Apa pendapatmu sekiranya kami semua masuk agamamu, apakah kalian akan kembali lagi ke negeri kami?” Beliau menjawab; “Iya. Demi Allah. Kami tidak mendekati negerimu melainkan untuk berdagang atau ada keperluan.” Rustum menjawab; “Bagus.” Pada waktu beliau keluar dari tempatnya, Rustum mengingatkan para pemimpin kaumnya tentang ajaran Islam. Hanya saja mereka menolak ajakan Rustum itu untuk mengikuti ajaran Islam. Hingga akhirnya Allah berikan ganjaran atas perbuatannya itu.

Pada waktu Umar menjadi kholifah, beliau ditugaskan untuk menjadi wali di Basrah. Selama menjabat sebagai wali, banyak sekali negeri-negeri yang ditaklukan. Hanya saja kemudian beliau mengundurkan diri. Kemudian ditugaskan lagi untuk menjadi wali di Kuffah. Ketika kholifah dipegang Utsman bin Affan, beliau juga diberi amanah untuk menjadi wali Kuffah tapi kemudian mengundurkan diri. Ketika terjadi fitnah antara Ali dan Muawwiyah, beliau beriktizal dan tidak ikut kedalam mana-mana kubu.

Kononnya beliau adalah orang pertama yang membuat diwan Basrah. mengenai pribadinya, as-Sya’by berkata; “ Orang cerdik dan bijak Arab itu ada 4; Muawwiyah karena kesabaran dan kemurahan hatinya, Amru bin Ash karena pandai menyelesaikan masalah, al-Mughiroh karena kepandian memberi jawaban dengan cepat dan Ziyad bin Abihi karena bijak terhadap yang muda dan tua.”

Selama hidupnya beliau telah meriwayatkan kurang lebih 136 hadits. Diantara riwayat haditsnya itu; Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada kalian; berbuat jahat terhadap ibu, melarang untuk memberi, membunuh anak perempuan. Dan Allah juga membenci berita yang tidak tahu sumbernya, banyak bertanya, dan membazirkan harta benda (HR.Bukhori Muslim)

Untitled1 mughiroh bin Syu’bah

 

Please Spread To The World – Share The Love

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

Muawwiyah bin Abu Sufyan

…Ya Allah, ajarkan Muawwiyah kitab suci, berhitung dan jauhkan dari api neraka.(hadits)

Dilahirkan di Mekkah 20 tahun sebelum peristiwa Hijrah. Pendapat lain mengatakan beliau lahir 5 tahun sebelum Hijriah. Nama lengkapnya Muawwiyah bin Shokhr bin Harb bin Ummayah bin Abdu Syam bin Abdul Manaf. Biasa dipanggil Abu Abdurrahman dan dikenal dengan nama Muawwiyah bin Abu Sufyan. Ayahnya bernama Sufyan dan ibunya bernama Hindun binti ‘Atbah.

Beliau dikenal di kalangan bangsa Quraisy sebagai orang yang sangat cerdik, pandai, bicaranya lantang dan baik, penyabar dan pembawaannya tenang. Badanya tinggi dan kulitnya putih. Kononnya, kalau tertawa bibir yang atas terbalik. Tampangnya gagah.

Beliau masuk Islam bersama ayah, ibu dan saudaranya, Yazid, pada waktu penaklukan Mekkah tahun 8 Hijriah. Pendapat lain mengatakan bahwa beliau masuk Islam sebelum ayahnya pada waktu Umrah Qodho. Beliau masih enggan untuk berjumpa dengan Rasulullah. Baru menyatakan keislamannya setelah terjadi penaklukan Mekkah. Pendapat lain mengatakan bahwa beliau masuk Islam pada waktu perjanjian Hudaibiyah tahun 6 Hijriah. Hanya saja beliau menyembunyikan keislamannya.

Beliau ikut perang Hunain bersama Rasulullah. Rasulullah memberinya 100 onta dan 40 barang-barang rampasan perang. Pada waktu penaklukan Shaida, ‘Irqoh, Jubail dan Bairut beliau dipercaya untuk memimpin pasukan umat Islam. Beliau pernah diperintahkan Umar bin Khottob untuk menjadi wali di Jordan, kemudian Damaskus setelah kematian kakaknya Yazid bin Sufyan. Dan pada masa kekhilafahan Utsman bin Affan, beliau dipercaya untuk menjadi wali di seluruh Syam. 20 tahun beliau menjadi wali di Syam kemudian 20 beliau menjadi Kholifah.

Mengenai pribadinya, Rasulullah pernah berdo’a untuk beliau; “Ya Allah Jadikan dia orang yang diberi petunjuk dan memberi petunjuk (kepada yang lain). Tunjukkan dia ke jalanmu.”. Di Hadits lain Rasulullah berdo’a; “Ya Allah, ajarkan Muawwiyah kitab suci, berhitung dan jauhkan dari api neraka.” Dari Abdullah bin Amru beliau berkata; “Beliau (Muawwiyah) juru tulis Rasulullah.”

Selama beliau berjuang membela ajaran Islam, beliau berhasil meluaskan wilayah Islam ke Samudra Atlantik, Afrika, pulau-pulau Yunani, Dardanil dan pernah mengepung Konstatinopel dari laut dan darat. Beliau adalah orang muslim pertama yang menyebrang laut ke Rum untuk berperang. Orang pertama yang menjadikan kota Damaskus sebagai kota kekholifahan. Orang pertama yang mengunakan rumah-rumah luas yang dijaga yang dikenal dengan nama Maqosir. Orang pertama yang mengambil tukang jaga dan membuat hijab dalam sejarah Islam. Orang pertama yang mendirikan mihrab di masjid. Orang pertama yang berkhutbah di atas mimbar di Mekkah dari golongan kholifah. Mimbar itu terbuat dari kayu dengan 3 tangga. Mimbar itu masih ada hingga masa Harun Ar-Rosyid. Pada kekhalifahannya telah dibuat mata uang dinar dengan gambar seorang Arab yang dikalungi pedang.

Dalam sejarah Islam pergantian khilafah selalu dilakukan dengan cara bermusyawarah. Hanya saja pada waktu beliau sudah uzur, beliau mengangkat anaknya, Yazin bin Muawwiyah untuk mengantikan khilafah itu. Dengan demikian beliau adalah kholifah pertama yang mengangkat anaknya mengantikan posisinya dengan cara warisan. Selama menjadi kholifah, beliau sangat menghormati para ulama, penyair dan sahabat.

Diantara wasiat Rasulullah kepada beliau adalah; “Wahai Muawwiyah, jika kamu diberi amanah untuk memimpin maka bertakwalah kepada Allah dan berbuat adil” (HR.Ahmad)

Kurang lebih ada 130 hadits beliau meriwayatkan hadits dari Rasulullah. 13 hadits darinya ada dalam kitab Bukhori dan Muslim. Diantara orang-orang yang meriwayatkan darinya adalah Ibn Abbas, Abu Sa’id al-Khudry, Jarir, ‘Urwah bin az-Zubair dan Ibn Sirrin. Juga yang lainnya.

Ketika ajalnya sudah mendekat, beliau meletakkan menempelkan pipinya di tanah kemudian membalikkan wajahnya. Begitu juga pipinya yang lain ditempelkan di tanah. Sambil menanggis beliau berdo’a; “Ya Allah, Engkau telah berfirman dalam kitab sucimu “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang syirik dan mengampuni dosa selain itu bagi orang yang dikehendaki.”(QS.an-Nisa;48). Ya Allah jadikanlah aku orang yang Engkau kehendaki untuk diampuni dosanya (lihat kitab Bidayah wa nihayah).

Sebelum wafatnya beliau berpesan agar dikafani dengan baju yang pernah Rasulullah pakaikan ke tubuhnya. Tepat pada tahun 60 Hijriah, beliau menghembuskan nafas terakhir di kota Damaskus.

Untitled1 Muawwiyah bin Abu Sufyan

Please Spread To The World – Share The Love

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

Salamah bin al-Aku’

“Barangsiapa tidak memberi karena Allah, maka bagaimana akan diberi.”

Nama sebenarnya Salamah bin Amru bin Sinan al-Aku’. Anaknya, Iyaas, ingin mengambarkan kebaikan ayahnya dengan satu kalimat; “Ayahku tidak pernah berdusta.” Beliau termasuk tentara yang paling cerdik dalam pasukan infantri dan juga pandai memanah tombak dan panah. Beliau adalah sosok yang unik. Jalannya cepat dan mampu mengalahkan jalannya kuda.

Diceritakan bahwa pada waktu terjadi perjanjian Hudaibiyah, tersebar kabar kematian Utsman bin Affan. Setelah itu Rasulullah mengutus beliau untuk mengkabarkan kepada orang-orang Quraisy bahwa umat Islam akan pergi ke Mekkah. Tujuannya untuk melakukan umrah. Bukan untuk berperang dengan orang-orang Quraisy. Tapi apa yang terjadi? Justru beliauu ditahan oleh orang-orang Quraisy. Boleh jadi mereka menahan beliau karena ingin berunding mengenai situasi yang terjadi. Karena ditahan, beliau terlambat pulang. Orang-orang Islam mengira bahwa beliau sudah dibunuh oleh bangsa Quraisy karena hingga hari itu belum pulang. Kemudian Rasulullah mengajak para sahabat untuk melakukan baiat.

Dengan kemampuannya, beliau mampu menghalau pasukan musuh yang mencoba menyerang perempuan Madinah ketika terjadi peperangan yang dikenal dengan perang “Dzatul Qord”. Pada perang itu beliau mendapat pujian dari Rasulullah. Suatu ketika Rasulullah berkata kepada para sahabat yang lain; “Dia adalah tentara infantri yang paling baik dalam pasukan kami.”

Di kalangan para sahabat, beliau dikenal dermawan dan pemurah. Apalagi kalau diminta sesuatu karena Allah. Biasanya orang-orang kalau minta sesuatu dan ingin dikabulkan darinya, mereka cukup mengatakan; “Saya meminta kepadamu karena Allah.” Dan beliau selalu menjawab; “Barangsiapa tidak memberi karena Allah, maka bagaimana akan diberi.”

Selama hidup bersama Rasulullah, beliau telah ikut dalam bai’ah ‘Ridwan’. Beliau juga ikut dalam berperang di Afrika pada masa kekhalifahan Utsman bin ‘Affan. Yazid bercerita, suatu ketika saya mendengar beliau berkata; “Saya membaiat Rasulullah hingga wafatku. Dan saya ikut berperang bersama Rasulullah tujuh kali perang.” Kurang lebih ada 77 hadits yang beliau riwayatkan dari Rasulullah langsung.

Diantara riwayat haditsnya itu; diceritakan bahwa seorang laki-laki sedang makan di rumah Rasulullah dengan tangan kirinya. Melihat hal itu Rasulullah berkata; “Silahkan makan dengan tangan kananmu.” “Saya tidak bisa” jawab laki-laki itu. Rasulullah berkata; “Semoga kamu tidak bisa selamanya.” apa yang menghalanginya melainkan kesombongan.

Mengenai pengalaman menarik bersama Rasulullah, beliau berkata; “Seringkali Rasulullah membonceng saya, mengusap wajah saya dan mendoakan saya.” Karena kecintaan pada Rasulullah begitu tinggi, maka pada waktu mendengar Rasulullah wafat beliau sangat sedih. Hampir-hampir hatinya tidak rela. Hanya saja, beliau masih ingat pesan dan nasehat Rasulullah sehingga masih tetap berpegang teguh kepada ajaran Islam.

Zabdah adalah tempat yang paling disukainya. Tempat itu berada di Madinah. Tempat ini juga menjadi tempat yang istimewa bagi Abu Zar. Pada waktu terjadi pembunuhan Utsman bin Affan, beliau meninggalkan Madinah menuju Zabdah untuk menghindari fitnah. Di sinilah beliau menghabiskan sisa umurnya hingga tahun 74 Hijriah. bahkan beliau menikahi wanita penduduk Zabdah dan beranak pinang. Tahun itu beliau pergi ke Madinah untuk berkunjung selama dua hari. Pada hari ketiganya, beliau menghadap sang pencipta.

Untitled1 Salamah bin al Aku’

Please Spread To The World – Share The Love

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

Abu Dajanah

… hatiku tidak pernah berburuk sangka dengan umat Islam.

Nama lengkapanya Samak bin Khorsyah al-Khazrojy al-Bayadhy al-Anshory. Dikenal dengan nama Abu Dajaanah. Terkadang juga dikenal dengan nama ‘Dzul masyharah’ yaitu baju besi yang dipakai waktu perang, ‘Dzul Saiffain’ (yang punya dua pedang) yang dibawa pada perang Uhud, ‘Saifur Rasul’ (pedangnya Rasul), ‘Dzul ‘Ishobah al-Hamra’(yang punya perban merah).

Pada waktu perang Uhud, Rasulullah mengambil pedang, lalu berkata; “Siapa yang mau bawa pedang ini? suatu kaum telah mengambil pedang itu. Kemudian mereka mulai melihat pedang itu. Rasulullah bertanya lagi; “Siapa yang berhak membawa pedang ini? kaum itu mengundurkan diri untuk membawa pedang itu. Tibat-tiba Abu Dajanah berkata; “Saya yang akan bawa pedang itu.” Akhirnya pedang itu diambilnya. Mendengar berita itu, emosi kaum musyrik bangit. Beliau berkata;

“Saya lah orang yang dijanjikan kekasih Allah, kami akan berperang di dekat kebun kurma”, “saya tidak akan menunggu waktu untuk berperang dengan pedang Allah dan Rasul-Nya.”

Ketika tejadi perang Uhud, Rasulullah melihat beliau sedang menerobos dua barisan musuh. Rasulullah berkata: “Ini adalah jalan yang dibenci Allah kecuali dalam tempat peperangan ini.”

Suaut hari beliau masuk masjid sedangkan dirinya sedang sakit. Wajahnya bersinar-sinar. Seorang bertanya padanya; “Kenapa wajahmu bersinar-sinar?” Jawab beliau; “Tidak ada perbuatanku yang lebih yakin dan mantap kecuali dua hal; pertama saya tidak akan bicara sesuatu kecuali yang memberi manfaat. Kedua, hatiku tidak pernah berburuk sangka dengan umat Islam.”

Selama berjuang menegakkan ajaran Islam bersama Rasulullah, beliau

Perang Yamamah merupakan akhir dari ajalnya. Pada perang ini beliau yang dikenal gagah berani, gugur sebagai syahid melawan kelompok nabi palsu yang dipimpin oleh Musailamah al-Kazab.

Untitled1 Abu Dajanah

Please Spread To The World – Share The Love

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

‘Amru bin al-Jamuh

Ya Allah berilah aku mati syahid dan jangan Engkau kembalikan aku ke keluargaku.

Nama lengkapnya ‘Amru bin al-Jamuh bin Zaid bin Haram al-Anshory as-Salamy. Beliau termasuk penguasa Bani Salamah dan pembesar kaumnya. Beliau berbesan dengan Abdullah bin Amru bin Haram. Beliau adalah suami dari Hindun binti Amru, saudara Abdullah. Mengenai keislamannya, anaknya Mua’dh bin ‘Amru lebih dulu masuk Islam daripada beliau. Anaknya termasuk tujuh puluh orang Anshor yang ikut dalam pembaiatan di Aqobah.

Sebelum mengenal Islam, dulunya bekerja sebagai pembuat patung. Beliau membuat patung yang diletakkan di rumahnya untuk disembah dan dikeramati. Patung itu diberi nama ‘Manaf’. Suatu hari, Mu’adh (anaknya) bersama kawannya Mu’adh bin Jabal sepakat untuk membuat ejekan dan hinaan terhadap patungnya ‘Amru bin al-Jamu’. Pada malam yang ditentukan, mereka berdua masuk rumahnya. Mereka berhasil membawa patung itu keluar. Kemudian patung itu dibuang di sebuah lubang yang biasanya orang-orang membuang hajat di situ. Besok harinya, ‘Amru kaget patung ‘Manaf’ sesembahanya itu tidak ada. Beliau mencaba mencari di semua sudut rumah. Hingga akhirnya patung itu ditemukan di sebuah lubang (tempat pembuang kotoran manusia). Beliau berang dan marah. “Celakah lah kalian yang berani melawan tuhan kami malam ini” katanya sambil marah-marah. Patung itu kemudian dibersihkan dan diberi wangi-wangian. Jika datang malam, mereka masih melakukan apa yang mereka lakukan malam sebelumnya. Begitu juga tiap pagi ‘Amru melakukan apa yang dilakukan pagi sebelumnya; membersihkan patung dan memberi wangia-wangian. Ketika beliau merasa bosan dengan pekerjaannya itu, beliau meletakkan pedang di leher patung ‘Manaf’ sembari berkata; “Jika memang kamu memberikan manfaat, maka kamu mampu menjaga dirimu (dari bahaya).” Pada waktu malam tiba, beliau tidak menemukan patung itu di tempat biasanya. Tapi beliau temukan di lubang kotoran yang sama bersama-sama dengan bangkai anjing. Esok harinya, mereka berdua; Mu’adh bin Jabal dan Mu’adh (anaknya) mencoba berdialog dengan beliau agar hati dan otaknya berfikir lebih jernih. Mereka juga bicara tentang ajaran Islam, Muhammad sebagai Rasulullah. Setelah menyimak dengan seksama, akhirnya hatinya terbuka ke jalan Islam. Sejak itulah dirinya menyatakan diri masuk Islam.

Suatu hari Rasulullah bertanya kepada seklompok orang dari Bani Salamah, kabilahnya ‘Amru, “Siapa tuan kalian, wahai Bani Salamah?” Mereka menjawab; “Al-Jadd bin Qis.” Rasulullah berkata lagi; “Bukankah tuan kalian si rambut kriting warna putih; ‘Amru bin Jamuh.” Beliau memang berambut kriting warna merah dan terkenal di kalangan bani yang lain.

Pada waktu perang Uhud tiba, beliau cepat-cepat pergi ke rumah Rasulullah untuk meminta izin. Beliau berkata; “Wahai Rasul, anak-anak kami tidak ingin saya ikut berperang ke medan jihad bersamamu, demi Allah saya berharap dapat menginjak surga dengan kakiku yang pincang ini.” Setelah berkali-kali minta izin, akhirnya Rasulullah mengizinkan ikut berperang. Beliau akhirnya mengambil pedangnya dan bergegas menuju medang jihad dengan riang gembira. Kemudian beliau berdo’a kepada Allah dengan khusyu’: “Ya Allah berilah aku mati syahid dan jangan Engkau kembalikan aku ke keluargaku.” Do’anya dikabulkan Allah. Pada tahun tiga Hijriah, beliau mati syahid pada perang Uhud.

Disela-sela keibukan umat Islam mengkuburkan para pejuang syahid, Rasulullah berkata; “Coba dengarkan, tolong mayit Abdullah bin ‘Amru bin Haram dan ‘Amru bin al-Jamuh dikuburkan di satu tempat. Mereka berdua ketika masih hidup adalah teman dekatnya yang saling mecintai karena Allah.”

Untitled1 ‘Amru bin al Jamuh

 

Please Spread To The World – Share The Love

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

at-Thufail bin ‘Amruddaus

Ya Allah, berikan hidayah kepada kaum Daus dan jadikan mereka orang-orang muslim yang taat.(hadits)

Nama lengkapnya at-Thufail bin Amru bin Thorif bin al-‘Ash ad-Dausy al-Azdy. Pada masa jahiliyah, beliau termasuk pembesar kaum. Beliau adalah penyair ulung di kalangan penyair Arab. Berasal dari keluarga terpandang dan mendapatkan pendidikan masa kecilnya di kampung Daus. Tidak kalah hebatnya, beliau terkenal orang yang loyal dan patuh di kaumnya.

Di pasar ‘Ukazah’ tempat dimana para penyair dan sastrawan berkumpul untuk memamerkan syairnya kepada pendengar, orang-orang musyrik Quraisy memberi peringatan kepada beliau agar tidak mendengar ucapan Rasulullah. Dan mereka berusaha untuk menjauhkan beliau dari Rasulullah.

Suatu hari beliau meletakkan kapas ditelingga supaya tidak mendengar ucapan Rasul atau firman Allah. Usahanya sia-sia. Meski ditutupi kapas, atas kekuasaan Allah, telingga itu masih dapat mendengar dengan jelas. Bahkan Allah tunjukkan keajaiban al-Qur’an. Akhirnya beliau berikrar masuk Islam di hadapan Rasulullah dan meminta Rasulullah untuk memberikan petunjuk bagi kaumnnya supaya mendapatkan hidayah dari Allah. Rasulullah pun mendo’akan beliau.

Setelah dirinya berikrar masuk Islam, beliau mengajak ayah dan ibunya untuk mengikuti ajaran Islam. Ajakan beliau diterima. Akhirnya orang tuanya masuk Islam. Begitu juga Abu Hurairah berikrar masuk Islam. Setelah beberapa lama, beliau kembali menemui Rasulullah dan memohon untuk mendo’akan kaumnya agar mendapat hidayah dari Allah. Rasulullah pun berdo’a; “Ya Allah, berikan hidayah kepada kaum Daus dan jadikan mereka orang-orang muslim yang taat.” Setelah berdo’a, Rasulullah menasehati beliau agar tidak terlalu keras dalam bergaul dengan kaumnya yang belum berislam.

Nasehat yang diberikan Rasulullah dijalankan dengan baik. Setelah bersabar dengan segala cobaan, akhirnya kaumnya masuk Islam. Jumlah mereka kurang lebih delapan puluh keluarga. Setelah selesai perang Khoibar, mereka datang menghadap Rasulullah.

Pada waktu penaklukan Mekkah, diceritakan bahwa ‘Amru bin Hamamah yang pernah singgah di rumah beliau, mempunyai patung yang dinamai Dzulkaffain. Beliau meminta izin kepada Rasulullah untuk membakar patung itu. Rasulullah pun memberikan izin. Ketika api mulai menyala, beliau berkata; “Wahai patung Dzulkaffain, aku bukanlah hambamu, kelahirankami jauh lebih dulu dari kelahiranmu. Saya betul-betul bakar api itu dalam hatimu.”

Suatu hari beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya; “Saya telah bermimpi, bisakah kalian mentakwikan mimpiku itu. Dalam mimpi itu saya melihat kepalaku dicukur, dari mulutku keluar burung, saya berjumpa dengan wanita dan kemudian wanita itu mensetubuhiku. Saya juga melihat anakku, Umar, meminta sesuatu yang cepat hingga kemudian saya lihat dia menahanku.” Mereka menjawab; “Mimpinya baik.” Setelah mendengar takwil para sahabatnya itu, beliau berkata; “menurutku, mencukur rambutku itu artinya memotongnya, burung itu ruhku, wanita yang memaksa mensetubuhiku itu artinya bumi yang akan mengkuburku dan aku tidak hilang ditelan bumi. Adapun permintaan anakku kemudian menahanku itu artinya saya melihat dia rela berkorban untukku dari resiko segala musibah.

Perang Yamahah merupakan terminal akhir perjuangan beliau membela Islam. Perang umat Islam terhadap kaum nabi palsu yang dipimpin Musailamah al-Kazab menjadi sejarah yang tidak terlupakan dalam sejarah perkembangan sejarah Islam. Beliau terbunuh dalam peperangan itu pada tahun sebelas Hijriah. Sementara anaknya terluka, kemudian sembuh kembali. Tapi akhirnya wafat menjadi syahid pada perang Yarmuk.

Untitled1 at Thufail bin ‘Amruddaus

 

Please Spread To The World – Share The Love

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More